KONSEP DASAR LEAN

Lean apabila diartikan ke dalam bahasa Indonesia artinya adalah ramping. Apabila kita membayangkan seorang tubuh manusia yang ramping adalah tubuh yang tidak memiliki lemak berlebih, atau tubuh yang proporsional. Sehat dan enak dilihat tentunya.

Dalam sebuah industri atau proses bisnis, lean berarti proses tersebut bebas dari pemborosan (Waste). Lean juga berarti proses tersebut hanya berisikan aktivitas-aktivitas yang memberikan nilai-nilai (value). Sebuah system yang Lean adalah system yang memiliki efektivitas tinggi dan bebas dari waste. Lalu apakah waste dan value itu?

WASTE
Waste adalah segala bentuk aktivitas yang tidak dibayar oleh customer. Sering kali ketika kita mendefinisikan waste adalah hanya merujuk pada “defect” atau “reject”. Padahal waste bukan hanya itu, ada 7 waste dalam konsep lean yang harus dieliminasi untuk mendapatkan sebuah proses yang effective.

Over Processing
Adalah waste dikarenakan penggunaan resource yang berlebihan atau terlalu mahal dalam sebuah proses. Sebagai misal sebuah salon potong rambut menggunakan robot untuk memotong rambut klienya. Hal ini adalah pemborosan, karena resources yang digunakan berlebihan. Bisa jadi biaya maintenance robot potong rambut tersebut lebih mahal daripada pendapatan si tukang potong rambutnya.

Over Production
Adalah waste yang disebabkan karena produksi yang berlebihan. Jumlah barang yang diproduksi tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh customer. Dalam sebuah proses produksi, over produksi dapat menimbulkan waste yang lain, yaitu Inventory. Over production bisa merugikan customer atau merugikan produsen. Sebagai contoh misalkan pada tukang potong rambut tadi. Apabila anda sebagai klien menginginkan dipotong rambutnya pendek 2 cm. Karena tukang potong rambut sedang baik hati maka dia tambahkan servisnya dengan menambah potongan sehingga panjang rambut anda tinggal 1 cm saja. Kira kira apa yang akan terjadi?

Motion
Adalah waste yang timbul dari pergerakan pergerakan yang tidak diperlukan. Dalam sebuah industri perakitan seperti industry elektronika, motion waste akan sangat terasa. Sehingga industrial engineer harus mendesain station operator dengan sangat baik sehingga pergerakan operator akan lebih efektif. Pada kasus tukang potong rambut sebagai contoh misalkan, setelah selesai potong rambut, maka tukang potong rambut akan merapikan potongan rambutnya dengan silet. Biasanya dia menyimpan silet-silet tersebut di loker atas mejanya, ketika dia mau mengambilnya, ternyata loker terkunci, dan ketika mau membuka kuncinya, ternyata dia lupa menaruh kuncinya. Tukang potong rambutpun mencari-cari kuncinya. Gerakan-gerakan tersebut adalah motion waste, akan bisa dihindari apabila dari awal dia sudah mempersiapkan semua peralatan potong rambutnya.

Transportation
Pada skala kecil transportation waste akan tampak seperti motion waste. Akan tetapi pada skala besar, transportation waste akan membawa kerugian yang signifikan pada loss time, dan bahkan resource lainya. Transportation adalah salahs atu waste yang di beberapa aspek tidak bisa di hilangkan, akan tetapi bisa diminimalisir dan dioptimalisasikan.

Inventory
Inventory adalah stok yang berlebihan. Inventory bisa muncul karena over production yang terjadi akibat over processing. Hal tersebut akan menyebabkan finished goods inventory. Raw material yang berlebih juga merupakan Inventory waste. Selain berpengaruh pada cash flow perusahaan, inventory juga bisa mengakibatkan degradasi kualitas product atau raw material.

Defect
Defect adalah bentuk waste yang paling mudah di identifikasi. Defect adalah waste yang muncul ketika barang produksi tidak sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan oleh customer. Defect hanya bisa diperbaiki dengan rework. Hal ini dapat memberikan banyak kerugian karena loss time untuk rework dan fixed cost untuk rework. Belum lagi apabila harus terjadi keterlambatan pengiriman terhadap customer, ini akan menjadi sangat merugikan.

Waiting
Dalam sebuah proses produksi, waiting bisa terjadi ketika mesin anda tidak beroperasi karena tidak tersedianya bahan baku. Apabila proses produksi terbagi dalam beberapa station, waiting juga dapat terjadi karena terjadinya masalah di station-station sebelumnya.

Dalam bahasa jepang, 7 waste di atas disebut juga dengan “muda”, dan masih ada 2 kategori pemborosan yang lain, yaitu “Mura” dan “Muri”. Mura adalah waste yang terjadi karena adanya variasi produk. Misalnya terlalu banyak jenis/grade produk yang diproduksi sehingga menyebabkan sering ganti grade yang mengakibatkan produk defect atau loss time. Sedangkan Muri adalah pemborosan yang diakibatkan karena pemberian beban terlalu berlebihan terhadap mesin dan karyawan.

Sering kita mendengar slogan zero defect, tapi tidak untuk waste. Ada beberapa waste yang tidak bisa kita hindari seperti halnya motion dan transportation. Akan tetapi hal tersebut bisa diminimalisir dengan meningkatkan efektivitas prosesnya.

VALUE
Value atau nilai-nilai yang dimaksud adalah nilai-nilai positif yang diberikan dalam aktivitas proses. Aktivitas yang memiliki “Value” atau nilai-nilai adalah aktivitas yang dibayar oleh customer. Aktivitas yang memberikan nilai positif terhadap produk yang sedang diproduksi. Hal yang dibayar oleh konsumen adalah dalam bentuk barang jadi. Tidak peduli proses barang jadi itu diproduksi dengan banyak waste atau tidak, yang menjadi concern customer adalah produk yang diinginkan sesuai dengan spesifikasinya. Untuk itu, untuk menambahkan keuntungan pada setiap produk jadi kita, kita bisa eliminasi waste yang ada, tanpa harus menaikkan harga produk atau mengurangi biaya produksi, melainkan mengoptimalkanya.
Konsep dasar dari Lean adalah meminimalisir waste se minimal mungkin dan meningkatkan Value. Bagaimana caranya? Banyak tools/system yang dapat digunakan untuk melakukan hal tersebut. Hal yang paling dibutuhkan adalah komitmen dan kemauan akan arti penting implementasi lean. Benturan yang muncul adalah budaya atau kebiasaan lama, resistansi dari karyawan, dan kurangnya komitmen dari managemen. Acap kali implementasi lean hanya dijadikan sebagai label, perusahaan menyewa biaya konsultan yang tidak mahal hanya untuk menarik perhatian customer. Yup, pada metode itu memang masih ada benefit, tapi akan lebih menguntungkan lagi apabila perusahaan anda benar-benar megimplementasikan lean untuk memperbaiki proses produksi dan meningkatkan effisiensi kerja karyawan, mesin dan preses bisnis yang ada. Bukan hanya untuk menjadikanya jargon dan hiasan yang menarik untuk customer. Karena apabila diimplementasikan dengan baik, maka akan dapat memberikan manfaat internal dan external yang luar biasa.

Posted from WordPress for Android

Perihal Ambar Nugroho
Continuous Improvement Team in PT. Pindo Deli Perawang Mill (APP Group)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: