Apa itu Pareto Chart?

Pareto Chart adalah sebuah diagram batang yang dipadukan dengan diagram garis untuk merepresentasikan suatu parameter yang di ukur (bisa berupa frekuensi kejadian atau nilai tertentu) sehingga dapat diketahui parameter dominan. Diagram batang menunjukan nilai aktual sedangkan diagram garis menunjukkan nilai prosentase kumulatif dari setiap parameter yang ditinjau. Nama Pareto berasal dari penemunya yaotu Vilfredo Pareto.

Vilfredo Pareto lahir di Paris, Prancis pada tanggal 15 July 1848 dan meninggal di Switzerland pada tanggal 19 Agustus 1923 pada usia 75 tahun. Namun demikian, tercatat dalam sejarah bahwa status kewarganegaraan pareto adalah arga negara Italia. Terlahir dari pasangan Raffaele Preto (ayah) yang merupakan orang Italia dan Marie Metenier yang merupakan wanita keturunan Prancis. Beberapa hasil teori dan pemikiran Pareto selain Pareto Chart adalah Pareto Index, Pareto’s Law, Pareto Efficiency, Pareto Distribution, dan Pareto Principle.

Pareto chart atau diagram pareto sendiri sering digunakan sebagai tool untuk mencari penyebab atau faktor dominan dari suatu masalah. Dalam proses produksi, sering kali kita menemukan banyak masalah yang berpengaruh terhadap cost, loss, machine efficiency dan lain sebagainya. Untuk mengatasi masalah tersebut kita tidak harus memukul rata dan menyelesaikan semua masalah tersebut secara bersamaan. Melainkan kita harus menyelesaikan dari faktor dominannya terlebih dahulu. Dengan pareto chart, kita bisa melihat manakah faktor dominan tersebut. Menurut Pareto, untuk menentukan faktor dominan kita dapat menggunakan prinsip 80-20. Artinya, 80% dari akumulasi prosentase faktor adalah merupakan faktor dominan yang harus diprioritaskan sedangkan sisanya adalah kemudian. Dengan menyelesaikan faktor dominan tersebut, anda akan dapat mengatasi masalah dengan signifikan. Berikut adalah contoh pareto chart.

Pareto ChartGambar di atas adalah gambar pareto chart. Diagram tersebut memiliki dua axis (Primary dan Secondary). Axis sebelah kiri adalah frekuensi kejadian (diagram batang), sedangkan axis sebelah kanan (diagram garis) adalah prosentase cumulative dari tiap kejadian tersebut. Total kumulatif 80% adalah faktor dominan. Jadi berdasarkan diagram di atas, untuk mengurangi kejadian mesin breakdown, anda harus menyelesaikan 3 masalah paling dominan (prosentase umulatif 80%) yaitu masalah motor overload, gearbox problem, dan bearing malfanction.

Diagram ini bisa untuk menganalisa data lain seperti cost, loss time, defect, dan masalah lain. Sering kali digunakan dalam pencarian masalah dominan dalam aktivitas quality control cycle atau focussed improvement 7 step dalam aktivitas continuous improvement pada program TPM.

Perihal Ambar Nugroho
Continuous Improvement Team in PT. Pindo Deli Perawang Mill (APP Group)

2 Responses to Apa itu Pareto Chart?

  1. jtxmisc mengatakan:

    artikel menarik , saya sudah melakukan tips poin 2 dan 3 untuk point 1 menyusul

  2. Ambar Nugroho mengatakan:

    Reblogged this on Ambar Nugroho.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: