Arti Penting Pengetahuan akan Proper Operation dalam Proses Root Cause Analysis

Kabarnya, apabila seseorang mau menjadi dokter, yang pertama kali dipelajari bukanya penyakit-penyakit yang menyerang tubuh. Melainkan lebih ke bagaimana sistem tubuh itu bekerja. Misalkan bagaimana sistem pencernaan bekerja, bagaimana fungsi-fungsi bagian dalam sistem pencernaan bekerja. Kemudian baru pada akhirnya bisa mendiagnosa kelainan yang muncul berdasarkan gejalanya. Begitu juga dalam sebuah mesin atau “rantai” proses produksi. Sebelum kita memahami atau menentukan “penyakit” suatu mesin yang menghambat produktivitasnya, kita harus tahu betul bagaimana “Proper Operation” mesin tersebut bekerja.

Tentunya level kedalaman pemahaman proper operation terhadap suatu mesin berbeda antar bagian dalam suatu struktur organisasi perusahaan. Operator mesin akan lebih detail mengetahui bagaimana sebuah tombol bila ditekan akan mempercepat laju mesin, sedangkan seorang divisi produksi memahami proses dari order diberikan bagaimana sampai masuk ke gudang penyimpanan.
Tanpa mengetahui proper operation suatu sistem atau mesin bekerja, maka keberhasilan proses Root Cause Analysis akan menjadi sangat kecil. Bisa dianalogikan secara sederhana sebagai berikut :
Apabila anda memiliki dan menggunakan sepeda motor, dan anda hanya tahu untuk mempercepat laju kendaraan adalah dengan menarik tuas gas tanpa mengetahui bagaimana tuas gas itu bekerja memicu sistem untuk melaju lebih cepat. Kemudian suatu ketika sepeda motor anda “mbrebet”, mungkin anda akan segera bawa ke mekanik untuk melakukan pengecekan. Kemudian karena mekanik memiliki pengetahuan yang baik mengenai proper operation motor, dia akan melakukan pengecekan berdasarkan gejala “mbrebet” yang anda beritahukan kepadanya. Mekanik akan memerlukan waktu untuk melakukan pengecekan dan akhirnya menemukan letak masalah dan memperbaikinya. Mari kita misalkan masalah tersebut adalah kalbulator kemasukan air. Setelah itu mekanik melakukan proses root cause analysis dan melakukan corrective action dengan membuang air dalam kalbulator dan memberitahu anda preventif action untuk.mencegah kejadian yang sama berulang. Setelah motor anda kembali baik maka anda membayar mekanik tersebut dan kembali kerumah atau melanjutkan aktivitas.
Bisa kita lihat loss yang muncul, secara garis besar adalah cost untuk membayar mekanik, kedual adalah loss time anda untuk menunggu proses perbaikan. Hal itu akan sangat berbeda misalkan anda memahami proper operation secara garis besar mengenai sistem tersebut. Anda tinggal datang ke mekanik dan memberitahu kalau kalbulatornya yang bermasalah. Tentunya anda masih bisa saving loss time waktu tunggu anda, karena anda telah mempersempit area proses analisa masalah mekanik sehingga mekanik bisa bekerja lebih cepat.
Beda lagi misalkan anda tahu detail bagaimana proper operation sistem tersebut bekerja, sehingga.anda bisa analisa masalahnya sendiri, lakukan perbaikan dan tentukan preventif action sendiri. Tentunya lebih banyak lagi saving anda karena tidak perlu membayar mekanik. Tapi, bila anda tidak mengetahui proper operation sistem tersebut sedikitpun, jangan coba-coba memaksakan proses root cause sendiri, bisa jadi akan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Perihal Ambar Nugroho
Continuous Improvement Team in PT. Pindo Deli Perawang Mill (APP Group)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: